Informasi Lainnya

Custom Search

Sabtu, 06 September 2014

PENYELAMATAN LINGKUNGAN DARI SUDUT PANDANG SPIRITUAL

Bahwasanya ungkapan mencegah lebih baik daripada mengobati di gunakan untuk hal hal yang terkait dengan dunia kesehatan namun kali ini ungkapan tersebut kita akan gunakan untuk mencermati berbagai musibah dan juga kejadian alam yag sering terjadi akhir akhir ini.

Perubahan iklim gobal dan meningkatnya suhu udara pada permukaan bumi terjadi tentunya bukan tanpa sebab akan tetapi banyak di pengaruhi oleh adanya perubahan sikap dan prilaku manusia secara menyeluruh.

Misalnya saja penebangan hutan secara liar, terjadinya peningkatan polusi udara, pemakain zat zat kimia secara berlebihan dan lain sebagainya menjadikan iklim di berbagai belahan dunia mengalami perubahan yang cukup signifikan. Situasi ini tentunya akan sangat berpengaruh pada sendi kehidupan yang lain.

Bagi kalangan para petani pergantian musim yang biasanya mereka gunakan sebagai penanggalan kapan waktunya untuk bercocok tanam sekarang ini sulit untuk dilakukan mengingat datangnya musim penghujan dan musim kemarau sudah tidak beraturan.

Perburuan binatang secara liar telah membuat ekosistem menjadi terganggu. Rantai makanan menjadi terputus sehingga beberapa hewan yang tadinya hanya makan tumbuh tumbuhan (Herbivora) akhirnya berubah menjadi hewan pemakan daging dan juga tumbuh tumbuhan (Omnivora). Binatang buas pada berkeliaran ke rumah rumah penduduk di sebabkan karena mereka sudah tidak bisa mendapatkan makanan di tengah hutan yang gersang nan tandus.

Terjadinya banjir bandang, banjir lahar dingin akibat letusan gunung berapi, topan, badai dan pusaran angin puting beliung terjadi silih berganti di berbagai tempat dan merusak setiap tempat yang di laluinya.

Bercermin dari berbagai kejadian tersebut di atas serta berbagai dampak yang telah di timbulkannya tidak serta merta mampu membuat manusia sadar malahan sebaliknya dengan perasaan tidak bersalah mereka secara terus menerus mengekploitasi alam demi kepentingan hidup sesaat.

Sebut saja salah satunya peristiwa atau kejadian yang baru baru ini terjadi yakni kasus lumpur LAPINDO, dalam peristiwa ini para penduduk tidak hanya kehilangan tempat tinggal tapi mereka juga kehilangan mata pencaharian sehari hari untuk kelangsungan hidup keluarganya masing masing. Demikian juga dengan kasus atau peristiwa peristiwa yang lain, lalu... tidakah kita menyadari kalau kejadian kejadian semacam itu merupakan sebuah peringatan dari Yang Maha Kuasa...?

Kalau demikian halnya ungkapan mencegah lebih baik daripada mengobati yang selama ini di dengung dengungkan oleh berbagai kalangan tentu hanya merupakan sebuah ungkapan yang bersifat politis yang semata mata untuk menutupi berbagai bentuk keserakahan yang di lakukan oleh sekelompok
orang yang haus akan kenikmatan duniawi.

Tuhan menciptakan alam semesta dengan sempurna oleh karenanya menjaga keseimbangan alam sudah seharusnya di lakukan oleh setiap orang mulai dari lingkungan terkecil hingga ruang lingkup yang lebih luas demi kelangsungan hidup seluruh makhluk hidup yang ada di dalamnya.

Penegakan hukum secara tegas terhadap para pelaku perusak lingkungan mutlak di perlukan dan hal tersebut hanya bisa berjalan efektif kalau para penegak hukum mampu bekerja secara profesional dan memiliki keberanian untuk menindak siapapun pelakunya.

Sementara dari para penegak hukum itu sendiri haruslah berasal dari orang orang yang memiliki keahlian di bidangnya, bersih, jujur serta memilki kepedulian tinggi terhadap keselamatan lingkungan secara menyeluruh.

Satu kendala yang sering di hadapi terkait dengan proses penegakan hukum di tanah air adalah banyak oknum penegak hukum menggunakan aturan hukum sebagai celah untuk mendapatkan keuntungan pribadi maupun kelompok tertentu sehingga tidaklah mengherankan kalau setiap aturan hukum yang berhasil di tetapkan selalu terkesan tumpang tindih.

Menyadari akan prihal tersebut ada baiknya kita renungkan kembali apa apa yang telah kita perbuat sebagai bahan evaluasi dan juga instropeksi diri agar tidak terjebak pada suatu kepentingan yang bersifat sesaat.

Bahwa apapun yang kita miliki hanya merupakan sebuah ilusi yang di bentuk oleh pikiran kita sendiri, oleh karenanya penting untuk di sadari bahwa tujuan daripada setiap kehidupan adalah untuk bisa mencapai jenjang kehidupan yang lebih tinggi yaitu sebuah jenjang kehidupan yang tidak akan pernah bisa di ukur berdasarkan harta, kekuasaan atau hal lain yang bersifat duniawi yaitu "karma" atau hasil daripada setiap perbuatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar